Skip to main content

Elon Musk Metaverse: Cibiran atau Prediksi?

Elon Musk Metaverse: Cibiran atau Prediksi?
Elon Musk Metaverse
Images source: dailyspin.id

Elon Musk Metaverse: Cibiran atau Prediksi?

Topik pembahasan tentang metaverse tengah hangat diperbincangkan. Di media mana pun, pembahasan ini pasti muncul. Baik itu di media sosial, televisi, maupun media pemberitaan online. Belakangan muncul pembahasan baru, yaitu mengenai Elon Musk metaverse.

Pembahasan ini mencuat menyusul pendapat Elon Musk tentang metaverse itu sendiri. Kira-kira, apakah pendapat dari Elon Musk terhadap teknologi terbaru ini? Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

TOC / Daftar Isi

Apa Itu Metaverse?

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai Elon Musk metaverse, sebaiknya pahami terlebih dahulu pengertian dari metaverse itu sendiri.

Istilah metaverse memang menjadi buah bibir di kalangan tech enthusiast sejak 2021 lalu. Namun ternyata istilah ini sudah muncul sejak tahun 1990-an yang lalu. Namun istilah ini awalnya muncul pada sebuah novel, jauh dari pembahasan teknologi seperti saat ini.

Sebenarnya makna dari istilah metaverse ini sendiri masih belum bisa didefinisikan secara universal. Pasalnya, teknologi ini masih berupa sebuah konsep yang belum benar-benar dikembangkan. Sehingga para ahli di bidang teknologi sendiri belum sepakat mengenai definisi atau pengertiannya.

Dari beberapa pendapat yang bermunculan di internet, bisa disimpulkan bahwa pengertian metaverse yang sedang dikembangkan saat ini adalah dunia virtual baru yang diciptakan sebagai tempat untuk manusia berinteraksi dengan manusia lainya, melakukan pekerjaan, dan berbagai aktivitas lainnya.

Banyak yang menyebutkan bahwa metaverse ini merupakan perkembangan dari teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality. Adapun dunia virtual yang diciptakan di sini menggunakan basis grafis 3 dimensi untuk menciptakan lingkungan yang tampak nyata.

Sampai di sini, apakah Anda sudah bisa memahami apa yang dimaksud dengan metaverse?

Back to Content ↑

Perusahaan yang Sedang Mengembangkan Metaverse

Istilah metaverse mulai menjadi perbincangan dan pemberitaan sejak Facebook mengumumkan perubahannya menjadi Meta. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, pihaknya juga menyebut akan mengalihkan fokus perusahaan untuk mengembangkan dunia baru bernama metaverse.

Ternyata, perusahaan yang kini sedang mengembangkan metaverse tidak hanya Facebook atau Meta. Beberapa perusahaan lainnya yang bergerak di bidang teknologi juga melakukan hal yang sama. apa saja perusahaan yang dimaksud? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

  • Meta
  • Yang pertama tentu saja ada Meta sebagai sang pencetus tren. Facebook memang benar-benar serius mengembangkan metaverse. Hal ini ditandai dengan perubahan besar pada namanya. Yaitu dari Facebook menjadi Meta.

    Tak hanya mengubah nama, Meta juga sudah memperkenalkan salah satu teknologi awal mereka di metaverse, yaitu Horizon World. Itu baru salah satu dari proyek terdekatnya. Meta juga menyiapkan beberapa proyek jangka panjang seperti Horizon Marketplace, Project Cambria, dan VR Messaging.

    Lebih jauh, Mark Zuckerberg juga menyebutkan bahwa Meta juga mengembangkan token atau mata uang crypto mereka yang diberi nama Libra.

  • Microsoft
  • Tidak mau kalah dengan Meta, Microsoft yang sudah merajai pasar teknologi juga sedang mengembangkan metaverse. Saat ini, Microsoft tengah mengembangkan Mesh, yaitu platform metaverse yang menghubungkan produk-produk populer dari Microsoft.

    Konsepnya, Mesh dapat digunakan pengguna untuk bisa menggunakan seluruh jenis Microsoft Office. Biasanya, aplikasi-aplikasi tersebut hanya bisa diakses melalui laptop atau smartphone. Sedangkan dengan Mesh, pengguna bisa mengaksesnya melalui Virtual Reality (VR).

  • Epic Games
  • Epic Games merupakan salah satu perusahaan game publisher yang sudah terkenal dengan game Fortnite. Game tersebut diproyeksikan sebagai salah satu produk metaverse yang dimiliki oleh Epic Games.

    Proyek ini tidak hanya main-main karena Epic Games sudah menunjukkan keseriusannya. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya beberapa konser virtual di dalam game Fortnite.

    Selain itu, Epic Games juga mengembangkan berbagai konten 3 dimensi, VR, dan AR untuk memudahkan pengguna mengakses metaverse.

  • Google
  • Sebenarnya Google sudah memiliki fundamental yang kuat jika ingin mengembangkan metaverse milik mereka sendiri. Bahkan Google sudah memiliki produk Google Glass, yaitu kacamata pintar yang bisa dipakai untuk melakukan banyak hal.

    Pada November 2021 lalu juga Google sudah memulai proyek yang berbau metaverse, namanya adalah Project Starline. Yaitu perangkat AR dan VR. Google menyebut bahwa metaverse ini merupakan evolusi komputasi yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality.

  • Binance
  • Binance juga turut serta menceburkan dirinya ke dunia metaverse. Namun cara yang dipilih Binance berbeda. Binance ini lebih memilih untuk mendukung transaksi finansial yang dapat dilakukan di metaverse.

    Salah satu contoh proyek yang dimiliki oleh Binance adalah NFT Marketplace. Fungsi dari proyek tersebut adalah membantu pengguna untuk memperjualbelikan aset NFT. Perlu diketahui bahwa NFT sendiri adalah bagian dari blockchain.

  • Tencent
  • Tencent merupakan perusahaan teknologi transaksi asal Cina. Saat ini, Tencent sudah memiliki beberapa produk seperti Tencent QQ dan WeChat yang bisa dijadikan fundamental pembangunan metaverse.

    Tencent QQ sendiri memiliki banyak fitur, misalnya gaming, voice chat, musik, film, serta e-commerce. Sedangkan Wechat adalah platform instan messaging yang sudah mendukung sistem pembayaran melalui mobile.

Back to Content ↑

Siapa Itu Elon Musk?

Sampai di sini, Anda tentu sudah bisa memahami pengertian metaverse beserta beberapa perusahaan yang sudah mengembangkan metaverse milik mereka sendiri. Sekarang, mari kita bahas siapa itu Elon Musk.

Elon Musk merupakan salah satu tokoh penting dalam bidang teknologi asal Amerika Serikat. Musk sendiri masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Dirinya menjadi penting di dunia teknologi karena sudah menggagas beberapa penemuan besar.

Tesla Motors merupakan salah satu perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk. Salah satu produknya adalah mobil listrik Tesla yang terkenal di seluruh dunia. Mobil listrik ini menjadi salah satu produk terbaik di dunia saat ini.

Tak hanya di Tesla, Musk juga sudah berkarier di beberapa perusahaan besar seperti SpaceX, OpenAI, SolarCity, dan masih banyak lagi.

Back to Content ↑

Pendapat Elon Musk Metaverse

Elon Musk berpendapat bahwa metaverse masih sangat jauh. Bahkan dirinya sama sekali tidak mendukung konsep teknologi terbaru ini.

Pendapat ini jelas tidak diutarakan oleh Musk tanpa alasan yang jelas. Untuk menggunakan metaverse, pengguna memang diharuskan untuk menggunakan perangkat virtual reality. Umumnya perangkat ini berwujud headset.

Pengguna harus memasang alat tersebut di kepala dan menempel secara langsung dengan mata dan hidung. Rupanya, Elon Musk merasa bahwa teknologi sejenis ini tidak akan membuat pengguna nyaman.

Kritik Elon Musk metaverse ini diikuti dengan gagasannya. Menurut Musk, teknologi yang lebih “maju” dibandingkan metaverse adalah Neuralink.

Neuralink sendiri merupakan teknologi alternatif yang mengharuskan manusia menanamkan suatu cip di dalam otaknya. Dengan cara ini, manusia bisa masuk secara langsung ke dunia virtual reality.

Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk saat ini tengah mengembangkan teknologi Neuralink tersebut.

Elon Musk melalui pendapatnya tersebut memang terkesan mengejek metaverse. Meski begitu, kritik dari Elon Musk tidak menghalangi perusahaan-perusahaan teknologi untuk berhenti mengembangkan metaverse.

Terlepas dari pendapat Elon Musk metaverse, teknologi ini masih diprediksi menjadi salah satu masa depan di dunia teknologi. Mari kawal bersama perkembangan dari metaverse itu sendiri dan buktikan bersama apakah pernyataan Elon Musk akan menjadi nyata?